Curhatnya Media Planner

Pekerjaan sebagai media planner terkadang sangat menjenuhkan, terutama ketika beban pekerjaan dan tuntutan performance tidak berhenti berhenti malah terus meningkat. Dalam keadaan ini kehadiran teamwork yang solid dan saling support sangatlah berarti, karena sering sekali pekerjaan ini menyita hampir seluruh waktu dan tenaga, pada titik tertentu media planner akan menjadi lemah baik fisik maupun kemampuan berpikir dan membutuhkan support dan input dari luar.
Pekerjaan media planner memang lebih banyak di belakang meja, di depan komputer mengerjakan berbagai pekerjaan planning mulai yang detail penuh dengan angka dan analisa sampai pada pekerjaan membuat strategy yang memerlukan banyak referensi dan hasil analisa. Sangat perlu berkonsentrasi karena harus mengelola uang milyaran dengan hati-hati, kurang angka nol satu saja bisa fatal akibatnya, apalagi ketika speed klien di titik 130km/jam, seperti ketika membawa mobil kecepatan tinggi di tol, tidak bisa diganggu sedikit meleng bisa nabrak.
Terkadang heran juga bagaimana seorang media planner yang terus duduk di belakang meja harus memilih program TV bagi klien sedangkan dia sendiri hampir tidak pernah menonton program2 tsb. Panduannya umumnya hanyalah TVR dan data kuantitatif lainnya, atau sekedar bertanya-tanya pada teman atau kerabat.
Saat ini tuntutan untuk menjadi media planner yang baik semakin tinggi, selalu dituntut bisa kerja cepat dan benar, harus mampu berinovasi dan kreatif, harus tahu strategy yang terbaik bagi klien dan harus bisa mengimplementasikannya dengan sempurna.
Tuntutan manajemen haruslah selalu mampu menjadi lebih kreatif darikompetitor.
Namun banyak kendala bagi media planner untuk menjadi kreatif dan inovatif. Waktu yang tersita habis di depan komputer sehingga terbatas menerima info atau update yang berhubungan dengan bidangnya, manajemen yang tidak flexible dan kaku, komputer yang lambat, sistem database yang tidak rapih, tidak tersedianya internet sebagai sumber infomasi yang cepat , sistem & perangkat komunikasi yang tidak sempurna, telepon entah yang dibatasi atau line sering rusak, keterbatasan mengakses informasi media yang terbatas dan dibatasi sangatlah menjadi penentu bagi keberhasilan media planner.
Media planner harus diberikan kebebasan untuk mengakses informasi atau mencari informasi apakah dari dalam kantor atau di luar kantor tidak hanya di luar jam kerja tetapi selama jam kerja, dengan penuh tanggung jawab tentunya akan pekerjaan yang harus selesai dengan baik.
Jika media planner kurang skill, kurang wawasan, makajangan heran kerjanya akan menjadi lambat dan hasilnya tidak memuaskan, tetapi sebaliknya ia akan tertolong ketika speed klien tiba-tiba menjadi 150 km/jam…setidaknya bisa lebih cepat dikit.
Satu hal lagi bahwa media planner hanya sedikit sedang atau banyak lebih tahu dari klien, tetapi tidak tahu semua hal tentang media apalagi di masa sekarang ketika media menjadi digital semakin cepat dan semakin banyak informasi, media planner semakin banyak keteteran. Karena itu perlu terbuka untuk input, selalu diskusi dan komunikasi yang baik dengan klien. Bisa jadi ada bagian yang klien tahu yang tidak diketahui oleh media planner, sehingga terkadang klien lebih tahu dan kesannya media planner jadi didikte oleh klien padahal memang media planner yang ketinggalan.
Tidak bisa diharapkan media planner langsung bisa mengartikan bisnis klien tanpa ada input dan diskusi dengan klien.
Peran menajemen dalam kemajuan media planner sangatlah penting juga kedisiplinan media planner ketika diberi kebebasan juga sangat menentukan.
Bukan jamannya lagi media planner dikatakan kerja hanya di depan komputer dan pulang malam.

Komentar